ALI ANGKASAH TEGASKAN CRIKET DUKUNG HENDRIKO LUBIS DI BURSA KETUA KONI ACEH TAMIANG 2026/2027

ACEH TAMIANG — Dinamika menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2026 terus menjadi perhatian kalangan olahraga. Kali ini, dukungan datang dari Ir. Ali Angkasah, Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Criket Aceh Tamiang, yang menyatakan dukungannya terhadap keikutsertaan Hendriko Lubis, Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) dan Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Aceh Tamiang, dalam bursa calon Ketua KONI Aceh Tamiang. Pernyataan ini disampaikan di sebuah Caffee di Karang Baru, Senin (12/10/2026)

Dukungan tersebut membawa pesan penting bahwa masa depan olahraga daerah tidak semestinya hanya berkutat pada perebutan jabatan. Lebih dari itu, kepemimpinan KONI harus mampu menjawab kebutuhan nyata para atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang selama ini berjuang membangun prestasi di tengah berbagai keterbatasan.

ALI ANGKASAH: KONI HARUS HADIR UNTUK SEMUA CABOR!

Ali Angkasah menegaskan bahwa keikutsertaan Hendriko Lubis dalam bursa calon Ketua KONI Aceh Tamiang merupakan bagian dari dinamika organisasi yang perlu disambut secara terbuka. Menurutnya, setiap figur yang ingin berkontribusi bagi kemajuan olahraga daerah patut diberikan ruang sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku.

“Saya mendukung Hendriko Lubis untuk mengikuti bursa calon Ketua KONI Aceh Tamiang. Harapan saya sederhana, KONI ke depan harus benar-benar menjadi rumah besar bagi seluruh cabang olahraga, bukan hanya tempat berkumpulnya pengurus atau penyelenggaraan kegiatan seremonial. Atlet harus menjadi prioritas, pembinaan harus diperkuat, dan setiap cabang olahraga harus mendapatkan perhatian yang proporsional,” ucap Ali Angkasah.

Bagi Ali, tantangan olahraga Aceh Tamiang bukan sekadar mengejar medali ketika kompetisi berlangsung. Persoalan mendasar seperti pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, dukungan sarana dan prasarana, serta kepastian program kerja harus menjadi perhatian serius. Tanpa perencanaan yang terukur dan komunikasi yang baik dengan seluruh cabor, upaya membangun prestasi akan sulit berjalan secara berkelanjutan.

Ia juga berharap proses pemilihan Ketua KONI Aceh Tamiang berlangsung secara terbuka, demokratis, dan menjunjung tinggi aturan organisasi. Dengan demikian, siapa pun yang nantinya memperoleh amanah dapat menjalankan kepemimpinan berdasarkan legitimasi organisasi dan komitmen terhadap kemajuan olahraga.

HENDRIKO LUBIS: SAYA INGIN OLAHRAGA MENJADI PRIORITAS, BUKAN SEKADAR SEREMONI!

Menanggapi dukungan tersebut, Hendriko Lubis menyampaikan apresiasi kepada Ali Angkasah dan seluruh insan olahraga yang memberikan perhatian terhadap keikutsertaannya dalam bursa calon Ketua KONI Aceh Tamiang 2026.

Hendriko menegaskan bahwa keterlibatannya dalam bursa pencalonan harus dipandang sebagai kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga, bukan sebagai ajang mempertentangkan satu figur dengan figur lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang disampaikan oleh Saudara Ali Angkasa, Ketua Cabor Criket Aceh Tamiang. Bagi saya, olahraga tidak boleh hanya dibicarakan ketika ada pertandingan, perebutan medali, atau pemilihan ketua. Olahraga harus dibangun melalui pembinaan yang konsisten, program yang jelas, transparansi, dan keberpihakan terhadap kebutuhan atlet,” apresiasi Hendriko.

Hendriko juga menekankan bahwa cabang olahraga harus memiliki ruang komunikasi yang sehat agar persoalan di lapangan dapat disampaikan dan dicarikan solusi bersama. Ia berharap KONI ke depan mampu memperkuat koordinasi, menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata, serta mendorong pengelolaan organisasi yang profesional dan bertanggung jawab.

“Saya memandang KONI sebagai amanah untuk membangun prestasi bersama. Tidak boleh ada cabor yang merasa berjalan sendirian. Kita perlu mendengar suara atlet, pelatih, dan pengurus cabor. Jika diberikan kepercayaan melalui mekanisme organisasi yang sah, saya ingin mendorong tata kelola yang transparan, pembinaan yang terarah, dan program yang dapat dievaluasi secara terbuka,” tegasnya dalam pernyataan tersebut.

BUKAN SOAL SIAPA YANG DUDUK, MELAINKAN APA YANG DIBANGUN!

Dukungan Ali Angkasah kepada Hendriko Lubis turut menyoroti pentingnya kualitas gagasan dalam menentukan arah kepemimpinan olahraga Aceh Tamiang. Perbedaan pandangan dan pilihan dalam proses pemilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi, selama dijalankan dengan menjunjung tinggi etika, persaudaraan, dan ketentuan yang berlaku.

Bagi insan olahraga, hasil akhir pemilihan tentu penting. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa prosesnya berlangsung secara demokratis dan kepemimpinan yang terpilih mampu merangkul seluruh cabang olahraga tanpa diskriminasi.

KONI Aceh Tamiang membutuhkan program yang realistis, sistem pembinaan yang berkesinambungan, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta evaluasi prestasi yang terukur. Dukungan terhadap seorang calon pada akhirnya perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan atlet dan masyarakat.

Pesan yang mengemuka dari dukungan Ali Angkasah kepada Hendriko Lubis jelas: masa depan olahraga Aceh Tamiang harus dibangun melalui kerja bersama, bukan sekadar pergantian nama di kursi kepemimpinan.

Sebab, ukuran keberhasilan KONI bukan hanya siapa yang terpilih menjadi ketua, melainkan sejauh mana organisasi mampu membuka jalan bagi atlet untuk berkembang, memberikan kepastian bagi cabang olahraga, dan mengangkat prestasi Aceh Tamiang secara berkelanjutan.

Olahraga membutuhkan kepemimpinan yang bekerja, program yang terukur, dan komitmen yang dapat dibuktikan. Di sanalah masa depan prestasi Aceh Tamiang dipertaruhkan.

(SIPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *