ACEH TAMIANG — Di balik sebuah medali, ada proses panjang. Ada keringat, disiplin, kegigihan, kegagalan, dan keberanian untuk bangkit kembali.
Bagi Hendriko Lubis, calon Ketua KONI Aceh Tamiang, olahraga tidak seharusnya dipandang hanya sebagai arena mengejar prestasi. Lebih jauh dari itu, olahraga merupakan salah satu sarana penting untuk membentuk karakter dan masa depan anak-anak muda. Disampaikan di depan awak media, Karang Baru, Kamis (17/9/2026).
Melalui olahraga, generasi muda belajar disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, ketekunan, serta menghargai proses.
Prestasi Adalah Buah, Pembinaan Adalah Akarnya
Hendriko berpandangan bahwa prestasi atlet tidak boleh dibangun secara instan. Anak-anak muda yang memiliki potensi harus ditemukan, dibina dan diberikan kesempatan bertanding secara berkelanjutan.
“Kalau kita ingin melihat prestasi di masa depan, maka pembinaannya harus dimulai hari ini. Jangan menunggu ada kejuaraan baru kita mencari atlet,” menjadi gagasan yang ditekankan Hendriko.
Karena itu, pembinaan olahraga perlu menjangkau sekolah, desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten. Semakin luas ruang pembinaan, semakin besar pula peluang menemukan talenta olahraga baru.
Menjauhkan Generasi Muda dari Aktivitas Negatif
Olahraga juga memiliki nilai sosial yang kuat.
Ketika anak muda memiliki ruang untuk berlatih, berkompetisi dan mengembangkan bakat, mereka mendapatkan lingkungan positif untuk mengisi waktu dan membangun pergaulan yang sehat.
Lapangan olahraga bukan sekadar tempat bertanding. Di sana anak muda belajar bahwa kemenangan membutuhkan kerja keras dan kekalahan bukan akhir dari perjalanan.
KONI dan Cabor Harus Berpikir tentang Masa Depan
Menurut Hendriko, pembinaan tidak dapat dibebankan hanya kepada atlet. Dibutuhkan kerja bersama antara KONI, cabang olahraga, pelatih, sekolah, pemerintah, keluarga dan masyarakat.
Karena itu, komunikasi antara KONI dan cabor menjadi bagian penting dalam membangun sistem olahraga yang berkelanjutan.
“Kita tidak hanya ingin mencetak juara untuk hari ini. Kita ingin menyiapkan generasi yang sehat, disiplin dan berprestasi untuk masa depan Aceh Tamiang.” ujarnya
Dari Lapangan Kecil Menuju Prestasi Besar
Bisa jadi seorang juara masa depan Aceh Tamiang hari ini sedang berlatih di lapangan sederhana.
Bisa jadi bakat besar itu berada di sebuah desa yang belum tersentuh pembinaan serius.
Pertanyaannya bukan apakah mereka memiliki potensi, tetapi apakah sistem olahraga mampu menemukan dan mengembangkan potensi tersebut?
Gagasan Hendriko Lubis menempatkan persoalan itu sebagai salah satu perhatian dalam arah pembinaan olahraga Aceh Tamiang.
Sebab pada akhirnya, medali hanyalah simbol. Dampak terbesar olahraga adalah ketika anak-anak muda tumbuh menjadi generasi yang sehat, disiplin, sportif, percaya diri dan mampu berprestasi.
Olahraga kuat, generasi hebat. Dari pembinaan hari ini, lahir prestasi Aceh Tamiang di masa depan.
(SIPS)









