Selatpanjang, wartajurnalisnews.com
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengingatkan insan pers, khususnya media online, agar tidak mengorbankan akurasi, independensi, dan etika jurnalistik demi mengejar kecepatan pemberitaan.
Pesan itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, saat menghadiri HUT ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kepulauan Meranti di Cafe Jingga, Jalan Banglas, Selatpanjang, Selasa (11/8/2026).
Menurut Tengku Arifin, perkembangan teknologi membuat informasi bergerak semakin cepat. Namun, kecepatan tersebut harus diimbangi verifikasi dan tanggung jawab jurnalistik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
“Tantangan terbesar insan pers bukan hanya bagaimana menjadi yang tercepat, tetapi bagaimana menjadi yang paling akurat, berimbang dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik, sementara pers harus tetap menjaga independensinya. Kritik yang objektif dan berbasis fakta, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Pers juga tidak boleh kehilangan independensinya,” tegasnya.
Tengku Arifin mengajak media tidak hanya memberitakan persoalan Meranti, tetapi juga mengangkat potensi daerah seperti perikanan, perkebunan, perdagangan, pariwisata, kebudayaan dan sumber daya manusia.
Sementara Ketua IWO Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan profesionalisme wartawan melalui penguatan kapasitas, akurasi, keberimbangan dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Peringatan HUT ke-14 IWO yang lahir pada 8 Agustus 2012 itu turut diisi kegiatan sosial berupa santunan kepada sekitar 30 anak yatim.
Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, juga mengingatkan media agar menjaga etika bahasa dalam pemberitaan sebagai bagian dari penghormatan terhadap adat dan budaya Melayu.
Peringatan HUT tersebut menjadi momentum bagi insan pers di Meranti untuk memperkuat profesionalisme sekaligus menegaskan kembali fungsi media sebagai penyampai informasi dan kontrol sosial dalam pembangunan daerah. (Red)



