Status WA Plt Kepsek SDN 1 Tualang Cut Buka Ruang Tanya Soal Material Rehab Rp2,1 M

Aceh tamiang68 Dilihat

Aceh Tamiang, Wartajunalisnews.com – Status WhatsApp Plt Kepala SDN 1 Tualang Cut, Eva Yanti, S.Pd, justru memunculkan tanda tanya baru.

Pasalnya, ucapan terima kasih kepada media atas pemberitaan sebelumnya dibarengi pengakuan bahwa pemasangan seng atap sengaja ditunda karena “masih menunggu kayu”. Padahal proyek Revitalisasi senilai Rp2,18 Miliar APBN 2026 itu sudah berjalan.

Status WA Picu Pertanyaan Baru
Minggu (28/6/2026), Eva Yanti mengunggah: _”Terima kasih banyak, Bapak, sudah mengingatkan saya. Seng atap belum dipasang karena memang lagi menunggu kayu.”

Pernyataan itu muncul setelah pemberitaan media soal dugaan penggunaan kayu kuda-kuda atap yang lapuk di SDN 1 Tualang Cut, Kec. Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Temuan di Lapangan
Pantauan media di lokasi mendapati kayu yang terpasang pada struktur kuda-kuda atap diduga merupakan material lama alias bekas pakai. Kondisinya tampak lapuk.

Sementara material baru yang ada di lokasi hanya kayu reng ukuran 5/5 untuk rangka atap seng.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: Apakah reuse material lama sudah sesuai spesifikasi teknis dalam kontrak Revitalisasi Satuan Pendidikan?

Upaya Konfirmasi Buntu
Media telah berupaya mengkonfirmasi jenis kayu yang dimaksud melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada Plt Kepsek.

Hingga berita ini terbit, belum ada jawaban resmi. Pertanyaan terkait jenis dan spesifikasi kayu pengganti juga belum ditanggapi.

Anggaran Besar, Butuh Kepastian Mutu
Proyek ini menggunakan dana APBN 2026 sebesar Rp2.185.568.747. Dengan nilai sebesar itu, masyarakat dan orang tua siswa berharap pengawasan diperketat.

Pejabat Pembuat Komitmen, tim pengawas, serta instansi terkait diminta memastikan seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi, regulasi, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Aparat Penegak Hukum juga diharapkan turun jika ditemukan indikasi penyimpangan, agar anggaran pendidikan benar-benar tepat sasaran dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Hingga berita diturunkan, Plt Kepsek SDN 1 Tualang Cut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan kembali material kayu tersebut.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *