ACEH TAMIANG — Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas organisasi dan dinamika menjelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Tamiang, Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Tamiang, Hendriko Lubis, menyempatkan diri menjenguk Muazzin yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Rabu (23/9/2026).
Muazzin diketahui merupakan Pembina SWI, Anggota DPRK Aceh Tamiang, sekaligus Pendiri Mitra Zona Nusantara (MZN) Foundation. Saat dikunjungi, Muazzin sedang menjalani perawatan di Ruang Lindung Bulan, Lantai II, RSUD Aceh Tamiang.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi. Kehadiran Hendriko menjadi bentuk kepedulian sekaligus solidaritas terhadap sesama insan organisasi dan tokoh yang selama ini turut memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan sosial serta pembangunan daerah.

Dengan suasana penuh keakraban, Hendriko menyampaikan doa dan harapan agar Muazzin segera diberikan kesembuhan, kekuatan, serta dapat kembali beraktivitas bersama keluarga, masyarakat, dan rekan-rekan organisasi.
“Semoga Bang Muazzin segera diberikan kesembuhan dan kekuatan. Kita semua mendoakan agar beliau kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa. Kunjungan ini adalah bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan,” ujar Hendriko.
Menurut Hendriko, hubungan antarsesama pengurus dan anggota organisasi tidak hanya dibangun melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui kepedulian ketika salah satu di antaranya sedang menghadapi kondisi sulit. Baginya, solidaritas merupakan bagian penting dalam menjaga kekuatan organisasi dan persaudaraan.
Kunjungan Hendriko yang juga disebut sebagai salah satu figur dalam bursa calon Ketua KONI Aceh Tamiang tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Ia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat Aceh Tamiang.
“Yang paling utama saat ini adalah kesehatan. Jabatan, organisasi, maupun berbagai agenda dapat menunggu. Ketika seorang sahabat dan saudara sedang sakit, yang kita kedepankan adalah kepedulian, doa, dan dukungan moral,” tutup Hendriko.
(SIPS)











